Ragunan, Ancol, hingga Puncak Tetap Jadi Idaman Libur Lebaran 1447 H
pusatfakta.net - Momen libur Lebaran 1447 Hijriah menjadi momentum bagi masyarakat Jabodetabek untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dengan mengunjungi berbagai destinasi wisata ikonik. Berdasarkan pantauan pada Minggu (22/3/2026), antusiasme warga terlihat sangat tinggi di tiga titik utama, yakni Taman Margasatwa Ragunan, Kawasan Wisata Ancol, dan Jalur Puncak Bogor.
Ketiga lokasi ini mencatatkan lonjakan pengunjung yang signifikan dibandingkan hari-hari biasa maupun hari pertama Idulfitri. Fenomena ini mempertegas bahwa Ragunan, Ancol, dan Puncak masih memegang predikat sebagai destinasi favorit yang tak tergantikan bagi warga ibu kota dan sekitarnya saat masa libur panjang tiba.
Lonjakan Pengunjung di Taman Margasatwa Ragunan Tembus 67 Ribu Orang
Taman Margasatwa Ragunan (TMR) yang terletak di Jakarta Selatan kembali membuktikan daya tariknya sebagai destinasi wisata edukasi keluarga yang paling diminati pada H+1 Lebaran. Hingga sore hari pukul 15.00 WIB, tercatat sebanyak 67.534 pengunjung telah memasuki area kebun binatang seluas 147 hektare tersebut.
Data internal pengelola menunjukkan bahwa mayoritas pengunjung merupakan orang dewasa yang membawa serta anak-anak mereka untuk berwisata sambil belajar. "Sore ini pukul 15.00 WIB, tercatat 67.534 pengunjung," ujar Pejabat Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, kepada wartawan di lokasi.
Secara lebih rinci, Bambang memaparkan bahwa jumlah pengunjung tersebut terdiri atas 18.051 kategori anak-anak dan 49.483 kategori dewasa. Berdasarkan tren kedatangan di pintu masuk, pihak pengelola memprediksi angka ini akan terus bertambah seiring berjalannya waktu operasional.
"Kemungkinan kalau sampai sore di kisaran 70 ribu sampai 80 ribu," tutur Bambang optimistis melihat arus warga yang masih mengalir. Konsentrasi massa terlihat paling padat di beberapa titik strategis, terutama pada area kandang hewan populer seperti macan Sumatera.
Selain macan Sumatera, area flamingo, jerapah, dan gajah juga menjadi primadona bagi para wisatawan yang ingin mengabadikan momen bersama keluarga. Tingginya minat masyarakat ke Ragunan dipicu oleh harga tiket yang relatif terjangkau serta fasilitas ruang terbuka hijau yang luas di tengah Jakarta.
Kawasan Pantai Ancol Jadi Magnet Wisata dengan Target 50 Ribu Pengunjung
Bergeser ke wilayah Jakarta Utara, kawasan wisata Ancol juga mengalami kepadatan yang luar biasa, khususnya di area sepanjang garis pantai. Hingga siang hari tadi, jumlah pengunjung yang tercatat sudah mendekati angka 35.000 orang, yang menunjukkan tren kenaikan stabil sejak masa pra-Lebaran.
Manager Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Daniel Windriatmoko, mengungkapkan bahwa tren kenaikan kunjungan sudah terlihat sejak H-1 Lebaran. "Kalau kita melihat dari H-1 sebelum Lebaran sampai saat ini H+1, memang trennya mengalami peningkatan," kata Daniel saat memberikan keterangan di Ancol.
Daniel menambahkan bahwa pada hari pertama Lebaran kemarin, jumlah pengunjung harian telah mencapai angka psikologis 35.000 orang. Namun, pada hari kedua ini, pencapaian tersebut diprediksi akan terlampaui mengingat data per pukul 14.00 WIB sudah sangat mendekati target harian.
"Update sampai pukul dua tadi itu sudah hampir mendekati 35 ribu. Jadi kita prediksikan sampai penutupan nanti malam bisa mencapai 50 ribuan pengunjung," ujarnya memberikan proyeksi akhir hari.
Guna mempertahankan minat wisatawan dan memberikan pengalaman berbeda, manajemen Ancol telah menyiapkan rangkaian hiburan menarik bagi pengunjung. Salah satu yang paling dinantikan adalah pertunjukan kembang api megah yang dijadwalkan berlangsung di kawasan Pantai Lagoon.
"Spesial untuk Lebaran kedua dan ketiga ini kami menyiapkan hiburan kembang api di Pantai Lagoon, ini mudah-mudahan menjadi magnet bagi masyarakat," ucap Daniel. Kehadiran acara spesial ini diharapkan mampu mendistribusikan konsentrasi pengunjung ke area-area yang lebih luas di sekitar pantai.
Kemacetan Jalur Puncak: 30 Ribu Kendaraan Padati Akses Menuju Bogor
Sementara itu, destinasi wisata pegunungan di wilayah Puncak, Bogor, juga tak luput dari serbuan wisatawan yang mencari udara sejuk. Pihak Kepolisian Resor Bogor mencatat setidaknya 30.000 kendaraan melintasi jalur Puncak pada hari ini, yang didominasi oleh kendaraan pribadi roda empat.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menyatakan bahwa jumlah ini merupakan lonjakan drastis dibandingkan periode yang sama pada hari sebelumnya. "Sebagai perbandingan kemarin di waktu yang sama, antara pukul 00.00-17.00 WIB, itu terdapat 20 ribu kendaraan yang naik dari Jakarta," jelas Wikha.
Artinya, terjadi kenaikan volume kendaraan sebesar 10.000 unit hanya dalam kurun waktu satu hari di Gerbang Tol Ciawi. Kepadatan ini membuat pihak kepolisian harus bekerja ekstra keras dalam melakukan rekayasa lalu lintas guna mengurai simpul-simpul kemacetan.
"Tadi kami anev (analisa dan evaluasi) pada pukul 00.00-17.00 WIB di hari ini, tadi 30 ribu kendaraan yang naik dari arah Jakarta menuju ke arah Puncak," sambung Wikha. Mayoritas kendaraan yang melintas adalah mobil pribadi dan kendaraan kecil lainnya yang menuju vila serta hotel.
Untuk mengantisipasi penumpukan yang lebih parah, Polres Bogor menerapkan sistem satu arah atau *one way* secara situasional di jam-jam tertentu. Strategi ini dilakukan untuk memprioritaskan arus kendaraan yang datang dari arah Jakarta menuju Puncak pada pagi hari.
"Beberapa kita arahkan sambil menunggu titik pending di Gadog, kita arahkan untuk menggunakan Pos Terpadu di Gadog ini untuk beristirahat," tambah Wikha. Langkah ini diambil agar pengemudi tidak kelelahan saat terjebak dalam antrean panjang menuju ke atas.
Titik-Titik Rawan Macet Sepanjang Jalur Puncak dan Strategi Pengamanan
Kepadatan lalu lintas di Jalur Puncak tersebar di beberapa titik krusial yang memang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan pertemuan arus. Pihak kepolisian mengidentifikasi bahwa kemacetan mulai terjadi dari titik bawah hingga terus merambat ke area yang lebih tinggi.
"Titik kepadatan tetap yang seperti biasa ada di Pasir Angin, kemudian tadi agak siang naik ke atas cukup padat di Cipayung," ungkap Wikha merinci. Area-area tersebut memang dikenal sebagai titik jenuh lalu lintas karena adanya keluar masuk kendaraan dari jalan-jalan kecil.
Selain Pasir Angin dan Cipayung, kawasan Pasar Cisarua juga tetap menjadi pusat perhatian petugas karena aktivitas pasar yang bersinggungan langsung dengan jalur utama. Meskipun demikian, pihak kepolisian berupaya menjaga agar arus tetap bergerak meski perlahan atau ramai lancar.
Pihak kepolisian menghimbau agar masyarakat yang hendak menuju Puncak tetap memantau informasi terkini mengenai rekayasa lalu lintas melalui kanal media sosial resmi. Kesabaran dan kepatuhan terhadap arahan petugas di lapangan menjadi kunci keamanan selama perjalanan liburan.
Dengan lonjakan pengunjung di Ragunan, Ancol, dan Puncak, perputaran ekonomi di sektor pariwisata Jabodetabek dipastikan meningkat tajam selama libur Lebaran 1447 H. Pemerintah daerah dan pihak terkait terus berkomitmen menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam merayakan hari kemenangan ini.
